Jumat, 27 Januari 2012

pendidikan

Bab 1
Apakah Pendidikan Itu?

1.Arti Beberapa Istilah

Sebelum kita tinjau lebih lanjut apa yang di maksud dengan pendidikan, terlebih dahulu perlu kiranya diterangkan dua istilah yang hampir sama bentuknya, yaitu paedagogie dan paedagogiek. Paedagogie artinya pendidikan, sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan.
Pedagogik atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala mendidik. Pedagogik berasal dari kata Yunani paedagogia yang berarti pergaulan dengananak-anak. Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Juga di rumahnya, anak-anak tersebut selalu dalam pengawasan dan penjagaan dari para paedagogos itu. Jadi, nyatalah bahwa pendidikan anak-anak yunani kuno sebagian besar diserahkan kepada paedagogositu.
Paedagogos berasaL dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing, memimpin). Perkataan paedagogos yang mulanya berarti rendah (pelayan atau bujang), sekarang dipakai untuk pekerjaan yang mulia.paedagoog (pendidikan atau     ahlididik) ialah seorang yang tugasnya membimbing anak dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri.

2. Apa yang Dimaksud dengan Mendidik?

Dapat kita katakan dengan singkat, mendidik ialah memimpin. Mudah benar rupanya kata-kata itu. Tetapi, sesungguhnya tidak semudah apa yang kita sangka. Ucapan tersebut mengandung banyak masalah yang dalam dan luas, serta pelik. Mendidik adalah pengertian yang sangat umum yang meliputi semua tindakan mengenai gejala-gejala pendidikan. Belumlah tepat kiranya kita menjawab pertanyaan tersebut diatas dengan singkat sebelum kita mencoba menguraikannya pada pasal-pasal berikut.
Memang, kebanyakan orang masih menganggap enteng dan mudah terhadap hal mendidik itu. Kebanyakan orang tua mendidik anak-anaknya hanya berdasarkan pengalaman-pengalaman praktisnya saja. Mereka banyak meniru perbuatan nenek moyangnya yang belum tentu benar dan baik. Mereka beranggapan bahwa  kepandaian mendidik itu sudah dengan sendirinya akan dipunyai oleh setiap orang dari pergaulannya dengan anak-anak. Mereka percaya bahwa dalam setiap situasi intuitif, akan mendapat sikap dan tindakan yang tepat. Jadi, mereka berkehendak bekerja secara intuitif belaka, tidak atau kurang mau mempelajari dan menyelidiki hal mendidik secara ilmu pengetahuan, secara teoritis.
Dalam hal ini bukan berarti bahwa kami tidak menghargai pengalaman-pengalaman dalam praktik dan mementingkan teori belaka. Sekali-kali tidak!  Menurut pendapat kami, mendidik berdasarkan hasil-hasil penyelidikan  (teori) dan berdasarkan pengalaman-pengalaman (praktik), lebih banyak dan baik hasilnya dari pada hanya berdasarkan pengalaman dan intuisi belaka.
Berdasarkan pemikiran tersebut diatas, marilah kita kembali kepada persoalan apakah mendidik itu? Ada beberapa ahli mengumpamakan pekerjaan mendidik itu sama halnya dengan pekerjaan tukang kebun yang memelihara tanaman-tanamannya. Ia meletakkan atau menanam bibit-bibit tanaman itu ditempat yang telah digemburkan. Tanaman itu tuimbuh sendiri ada yang kurus ada yang subur,  ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang lekas berbuah ada yang tidak berbuah, bahkan ada pula yang mati atau malah tidak tumbuh. Si tukang  kebun tidak dapat memaksakan tanaman agar lekas tinggi dengan umpamanya menarik-narik batangnya  setiap pagi atau menguakkan kuncup bunganya agar lekas mekar. Tanaman itu tumbuh dengan sendirinya oleh kekuatan dari dalam dan kecepatan tumbuhnya pun berbeda-beda pada setiap tanama si tukang kebun  hanya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman  itu dari luar , umpamanya dengan menyirami setiap pagi, memberi pupuk, menyemprot dan membuang ulatnya, membersihkan tanaman itu, dan bila perlu memindahkan tanaman itu ketempat lain yang  lebih subur.
Demikian pula, seorang pendidik terhadap anak didiknya. Ia berusaha membimbing atau memimpin pertumbuhan anak jasmani maupun rohaninya. Sama halnya dengan si tukang kebun. Pendidik tidak bias memaksakan pertumbuhan anak sekehendaknya. Ia tidak dapat membuat anak agar lekas berjalan atau berbicara jika memang belum waktunya. Demikian pula, ia tidak dapat mencetak anak untuk jadi dokter insinyur atau ahli negara atau hal-hal lain yang memungkinkan tercapainya tujuan itu. Dalam pertumbuhannya, jasmani dan rohani anak berkembang sendiri dan perkembangannya itu menurut tempo dan iramanya sendiri yang tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Anak memiliki pembawaan dan bakat sendiri-sendiri.
Pendidik hanya dapat memimpin perkembangan anak itu dengan  mempengaruhinya dari uar seperti dengan memberi makan yang sehat ,memberi pakaian ,menjaga dari berbagai penyakit, menyediakan alat-alat dan memberi kesempatan untuk bermain, menasehati, melarang, menghukum, menyekolahkan dan memindahkan anak itu ke dalam lingkungan yang menguntungkan. Nyatalah bahwa tiap-tiap tindakan pendidikan  mengandung maksud tertentu, ada tujuan hendak dicapai.u Untuk sementara kita dapat mengatakan bahwa umumnya orang mendidik anaknya dengan maksud agar anaknya itu mempunyai bekal yang dapat dipergunakan dalam kehidupannya kelak.
Menurut uraian diatas, perumpamaan pendidikan sebagai tukang kebun, kita harus berhati-hati. Kita tidak dapat menyamakan begitu saja pekerjaan seorang pendidik dengan tukang kebun. Pertumbuhan seorang anak tidak dapat disamakan dengan pertumbuhan sebatang tanaman. Perkembangan anak tidak hanya pada biologisnya. jika perkembangan anak hanya ditentukan dengan hukum-hukum biologisnya, maka lapangan pekerjaan bagi para paedogook akan sangat terbatas. Pekerjaan kita akan sama benar dengan tukang kebun, menurut L. Gurlitt akan terbatas pada membiarkan tumbuh, memelihara, menjaga, dan menolong. Pendirian para paedagook naturalis meman begitu. Mereka pesimistis dalam tindakannya mendidik. Tetapi, tugas pendidik tidak hanya membiarkan tumbuh pada anak didiknya. Hendaknya ia berusaha agar anak itu menjadi manusia yang lebih mulia.  Manusia adalah makluk yang bepribadi dan berkesusilaan. Ia sanggup hidup menurut norma-norma kesusilaan. Ia dapat memilih, menentukan apa yang akan dilakukan, dan menghindari atau menolak apa yang tidak disukai.
Seorang tukang kebun tidak khawatir bila tanamannya yang satu akan agresif terhadap yang lainnya. Sebaliknya dalam mendidik hal-hal semacam itu bias saja terjadi. Pikirkan saja missal anak dari sebuah keluarga. Walaupun dari orangtua yang sama, wajah yang mirip, tetapi watak nya berbeda-beda.

3. Mengapa Anak Harus Dididik?

Dari uraian diatas sudah jelas bagi kita bahwa pertumbuhan seorang anak tidak dapat disamakan secara mutlak dengan pertumbuhan tanaman. Maka, timbullah pertanyaan:
a.haruskah anakmendapatpendidikan?
b.bagaimanajikaanaktidakdididik?
c.siapayang berkewajiban mendidikanak?
d.kemanadibawaanakitu denganpendidikan?
e.alat pendidikanmanayang akandigunakanagar mencapaitujuan?

Pertanyaan tersebut tidak mudah. Tidak cukup dijawab dengan satu-dua patah kata. Berdasarkan pertanyaan tersebut, penulis berusaha menguraikan secara singkat.
Dalam dunia hewan sering terjadi gejala aneh yang kadang bertentangan dengan pikiran kita. Seekor anak kalajengking yang baru lahir denga cepat lari merangkak keatas punggung induknya. Kalau tidak berlaku demikian maka ia pun bisa dimakan oleh induknya. Laba-laba betina memakan aba-laba jantan ketika tiba masa bertelur. Mungkin ini dilakukan untuk menjaga anaknya agar tidak dimakan oleh bapaknya.
Lain benar cara berlaku laba-laba dan kalajengking itu dengan cara berlaku binatang lain. Seekor burung yang sedang mengerami telurnya, hampir tidak pernah meninggalkan sarangnya sampai telurnya menetas. Burung jantanlah yang mencari makan untuk burung betina. Setelah telur menetas mereka mencari makan untuk anak-anaknya. Sesudah anaknya bisa belajar terbang, burung jantan dan betina melatih anaknya untuk terbang dari ranting ke ranting lain. Dan lama-kelamaan semakin jauh. Jika anaknya bisa terbang dan mencari makan sendiri, maka lepaslah mereka dari pengawasan induknya.
Demikian pula dengan anjing dan kucing. Setelah beranak, ia menyusui dan membersihkan tubuh anaknya dengan air ludahnya. Kemudian ia melatih anaknya berbagai gerakan bertahan hidup sehingga ketika sudah besar maka anak akan lepas dari perlindungan induknya.
Dengan contoh itu,kita mengerti bahwa binatang pun mendidik anaknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar