Kamis, 26 Januari 2012

investasi sumber daya manusia dalam bidang pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan

      Pendidikan adalah proses pengembangan kualitas pribadi seorang individu. Maka dari itu pendidikan juga dapat dikatakan sebagai penyiapan tenaga kerja, maksudnya adalah sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memberi bekal dasar untuk berkerja. Pembekalan dasar dapat berupa pembentukan sikap , pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon tenaga kerja.
       Pendidikan dilaksanakan melalui lembanga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Berdasarkan UU RI No Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, lembaga pendidikan dilihat dari segi   jenjang tingkat pendidikan. Jenjang tingkat pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berlanjut yang berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dalam bahan pengajaran.
Jenjang pendidikan prasekolah tidak termasuk pendidikan dasar, tetapi baru merupakan kelompok sepermainan. Maka dari itu jenjang pendidikan meliputi:
1)    jenjang pendidikan dasar
2)    jenjang pendidikan menengah pertama dan lanjutan 
3)    jenjang pendidikan  pendidikan tinggi

      Beberapa faktor yang menyebabkan perlunya mengembangkan tingkat pendidikan di dalam usaha untuk membangun suatu perekonomian, yakni:
1)      Pendidikan yang lebih tinggi memperluas pengetahuan masyarakat dan mempertinggi rasionalitas pemikiran mereka. Hal ini memungkinkan masyarakat mengambil langkah yang lebih rasional dalam bertindak atau mengambil keputusan.
2)      Pendidikan memudahkan masyarakat mempelajari pengetahuan-pengetahuan teknis yang diperlukan untuk memimpin dan menjalankan perusahaan-perusahaan modern dan kegiatan-kegiatan modern lainnya.
3)      Pengetahuan yang lebih baik yang diperoleh dari pendidikan menjadi perangsang untuk menciptakan pembaharuan-pembaharuan dalam bidang teknik, ekonomi dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya.

      Guna mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan beberapa upaya diantaranya adalah dengan melakukan pengembangan sumber daya manusia. Schultz mengemukakan beberapa upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, diantaranya adalah terdapatnya pendidikan yang diorganisasikan secara formal pada tingkat dasar, menengah dan pendidikan pada tingkat tinggi (Jhingan, 1996:521 522).


       Manfaat dari adanya pendidikan bagi pembangunan ekonomi suatu bangsa secara umum dapat dilihat dari pendapat Todaro (2000:343), yakni :
1)      dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif, karena adanya peningkatan pengetahun dan keahlian
2)      tersedianya kesempatan kerja yang lebih luas
3)      terciptanya suatu kelompok pemimpin yang terdidik guna mengisi jabatan-jabatan penting dalam dunia usaha maupun pemerintahan
4)      tersedianya berbagai macam program pendidikan dan pelatihan yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan dalam keahlian dan mengurangi angka buta huruf.

2.2  Investasi Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan

Kondisi sumber daya manusia di negara maju dengan negara sedang berkembang berbeda baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Negara sedang berkembang dihadapkan kepada suatu realitas bahwa produktivitas tenaga kerjanya rendah. Hal ini disebabkan karena kualitas SDM masih rendah. Sedangkan di negara-negara maju, pendidikan dapat menjadi sebagai suatu investasi modal manusia (human capital investment). Akibatnya kualitas SDM nya tinggi sehingga produktivitas tenaga kerjanya juga tinggi.
Perkembangan dalam kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari berbagai aspek. Berbagai penelitian yang ada menunjukkan bahwa terdapat beberapa parameter untuk mengetahui perkembangan kualitas sumber daya manusia, seperti angka indek guna pendidikan ,angka melek huruf, kesehatan dan pendidikan.

2.2.1 Teori Human Capital

     Asumsi dasar teori human capital adalah bahwa seseorang dapat meningkatkan penghasilannya melalui peningkatan pendidikan. Setiap tambahan satu tahun sekolah, dapat berarti bahwa di satu pihak dapat meningkatkan kemampuan kerja dan tingkat penghasilan seseorang, tetapi dipihak lain akan menunda penerimaan penghasilan selama satu tahun dalam masa sekolah. Disamping penundaan menerima penghasilan  itu, ia harus membayar biaya-biaaya secara langsung seperti uang sekolah, pembelian buku dan alat sekolah, dan tambahan uang transport dan lain-lain.
    Teori human capital mengemukakan bahwa seorang tamatan SLTA akan memutuskan meneruskan sekolah untuk memperoleh sarjana muda bila satu tingkat discount tertentu, nilai sekarang dari arus penghasilan seumur hidup sarjana muda dikurangi biaya selama sekolah akan lebih besar dari pada nilai sekarang dari arus penghasilan seumur hidup tamatan SLTA. Hal ini dapat dirumuskan seperti:
Y(sm) – B > Y(sla)

∑ w(t)      _   ∑ c(t)     >    ∑ c(t)                                                                                             
                                                     (1 + r)           (1 + r)           (1 + r)       


        Hal ini juga terjadi sebaliknya, yakni bila seseorang tamatan SLTA memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah maka:
                                          
Y(sm) – B < Y(sla)

     Penerapan-penerapan dari pendekatan teori human capital antara lain dilakukan dalam hal:
a.       Pendidikan dan Latihan
  Pendidikan dan latihan merupakan faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan dan latihan tidak saja menambah pengetahuan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja sehingga meningkatkan prokduktivitas kerja. Dengan demikian pendidikan dan latihan dipandang sebagai investasi yang imbalannya dapat diperoleh beberapa tahun kemudian dalam bentuk pertambahan hasil kerja.
    Hubungan pendidikan dengan produktivitas kerja dapat tercermin dalam tingkat penghasilan. Pendidikan yang lebih tinggi mengakibatkan produktivitas kerja yang lebih tinggi dan memungkinkan penghasilan yang lebih tinggi juga. Sudah barang tentu perbedaan tingkat pendapatan tersebut tidak saja disebabkan oleh perbedaan tingkat pendidikan, akan tetapi juga oleh beberapa factor lain seperti pengalaman kerja , keahlian , sector usaha , jenis usaha ,lokasi , dan lain lain . Namun, dapat diamati bahwa dalam kondisi yang sama ,tingkat pendapatan ternyata berbeda menurut tingkat pendidikan.    
  Oleh karena itu, investasi sumber daya manusia dalam pendidikan merupakan faktor yang penting, karena melalui pendidikan akan dilahirkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat ikut berkontribusi dalam perekonomian dan pembangunan.

b.      Migrasi dan Urbanisasi
   Di bidang migrasi atau pepindahan penduduk, asumsi dasarnya adalah bahwa seseorang mau atau berusaha pindah kerja dari suatu tempat ke tempat lain untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Seseorang berpindah tempat kerja berarti dia mengorbankan pendapatan yang dapat diterima dari tempat asal. Hal ini menjelaskan bahwa seseorang memutuskan pindah tempat kerja bila untuk tingkat discount tertentu biaya perpindahan lebih kecil daripada arus penghasilan ditempat tujuan yang semuanya dihitung didalam nilai sekarang (present value).
∑ v(t)      +   ∑ c(t)     =    ∑ w(t)                                                                                            
                                                            (1 + r)           (1 + r)           (1 + r)       
dimana :
T     = lamanya migrant berpenghasilan terhitung dari tahun 0
V(t) = pendapatan pada tahun t di tempat asal
W(t)= pendapatan pad atahun t di tempat tujuan

C(t) = biaya langsung pada tahun t yang dikeluarkan sehubungan dengan migrasi
R     = tingkat discount
A     = lamanya proses migrasi

   Urbanisasi adalah salah satu bentuk migrasi. Dalam perpindahan biasa dari suatu daerah ke daerah lain pada umumnya seseorang itu memutuskan pindah setelah memperoleh kepastian bahwa di tempat tujuan terdapat tingkat kesempatan kerja dengan tingkat upah yang lebih tinggi. Lain halnya dengan urbanisasi, banyak orang yang pindah dari desa ke kota tanpa mempunyai tingkat kepastian akan kesempatan kerja. Namun, karena perbedaan tingkat upah yang cukup besar antara wilayah kota dan desa maka hal ini menjadi pendorong meningkatnya urbanisasi.

c.       Perbaikan Gizi dan Kesehatan
   Perbaikan gizi dan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sehingga perbaikan gizi dan peningkatan di bidang kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab besar bagi pemerintah. Tetapi, penyediaan fasilitas kesehatan terbatas pada dana pemerintah. Oleh sebab itu, diperlukan pengerahan dana dari masyarakat umum terutama partisipasi pengusaha, serta dengan memperbaiki system pengupahan masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum masyarakat, termasuk kebutuhan gizi minimum.
  Rendahnya tingkat gizi dan kesehatan ini disebabkan oleh rendahnya tingkat penghasilan yang tercermin dalam tingkat pengeluaran keluarga yang rendah dan tingkat upah yang rendah. Pengalaman menunjukkan bahwa perbaikan tingkat hidup ternyata menghasilkan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Perbaikan kualitas ini akan menunjang pada peningkatan produktivitas yang akan meningkatkan pendapatan dan tingkat kehidupan masyarakat.

2.2.2 Internal Rate of  Return (IRR)

         Internal rate of return dari melanjutkan sekolah dalam waktu tertentu adalah tingkat discount yang mempersamakan hasil dari melanjutkan sekolah tersebut dengan biaya total . Biaya total untuk melanjutkan sekolah adalah jumlah biaya tidak langsung (opportunity cost) dan biaya langsung. Biaya langsung yang dikeluarkan, meliputi biaya SPP, biaya untuk pembelian buku dan biaya-biaya lain (termasuk biaya hidup apabila melanjutkan kuliah di luar kota atau diluar negeri). Jumlah biaya langsung tergantung pada banyak faktor, misalnya apakah kuliah di universitas negeri atau swasta, apakah memperoleh beasiswa atau tidak dan sebagainya. Biaya tak langsung atau opportunity cost yakni jika melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, yaitu pendapatan yang hilang karena melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Jumlah pendapatan yang hilang ini tergantung apakah bekerja secara paruh waktu (part time) atau penuh (full time).

       Keuntungan yang diperoleh apabila melanjutkan kuliah di perguruan tinggi adalah pendapatan yang tinggi di kemudian hari sesuai dengan tingkat pendidikan yang diperolehnya. Jadi di sini ada gap(kesenjangan) pendapatan antara lulusan SMA dan lulusan perguruan tinggi.
      Dapat dirumuskan bahwa IRR dari sarjana muda (setelah SLTA) adalah :                                                                                                                                                                                                                                                       

dimana V(t) adalah tingkat penghasilan seorang tamatan SLTA pada waktu t, C(t) biaya melanjutkan sekolah pada tahun t, dan W(t) adalah tingkat penghasilan seorang sarjana muda pada tahun t.
        IRR dalam rangka human capital dapat dipergunakan dalam beberapa hal misalnya sebagai :
\     informasi mengenai IRR privat dapat digunakan seseorang sebagai dasar pegambilan keputusan mengenai apakah melanjutkan sekolah atau tidak.
\     perhitungan IRR dapat dipergunakan untuk menerangkan situasi tenaga kerja seperti bertambahnya pengganguran dikalangan tenaga kerja terdidik di Indonesia.
\     perhitungan IRR dapat dipergunakan untuk memperkirakan tambahan penyediaan tenaga dari masing – masing jenis dan tingkat pendidikan beberapa tahun ke depan. 
\     perhitungan IRR dapat dipergunakan dalam penyusunan kebijaksanaan pendidikan dan perencanan tenaga kerja .
\     perhitungan IRR social digunakan untuk menentukan apakah suatu program pendidikan tertentu cukup baik untuk diselenggarakan atau tidak, digunakan dalam pemilihan prioritas dari berbagai alternative program pendidikan.

Nilai Balikan (Rate of Return) Pendidikan
       Pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan menyokong secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, dan karenanya pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan yang jelas (rate of return). Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan nilai total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja (Nurkolis, 2002).

2.2.3 Perhitungan Biaya Privat dan Biaya Sosial

       V(t) dan W(t) disebut benetif sosial bila mencakup benetif yang diperoleh masyarakat secara keseluruhan (termasuk oleh yang bersangkutan ), dan dinamakan benetif privat atau benetif perorangan bila mencakup hanya benetif yang diperoleh yang bersangkutan sendiri.

       Demikian juga dengan C(t) dinamakan biaya privat bila hanya mencakup biaya yang dikeluarkan oleh pelajar yang bersangkutan atau orang tuanya, tetapi C(t) dinamakan biaya sosial bila mencakup seluruh biaya pendidikan baik yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat.      
       Biaya sosial adalah opportunity cost yang harus ditanggung oleh masyarakat seluruhnya sebagai akibat dari adanya keinginan atau kesediaan masyarakat tersebut untuk membiayai perluasan pendidikan tinggi yang mahal dengan dana yang mungkin akan menjadi lebih produktif apabila digunakan pada sektor-sektor ekonomi yang lain. Antara biaya sosial dan biaya individual akan terdapat kesenjangan, sehingga akan lebih memacu tingkat permintaan atas pendidikan yang lebih tinggi.
       Tetapi penciptaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi akan mengakibatkan lonjakan biaya sosial yang ditanggung oleh masyarakat. Masyarakat juga harus menanggung biaya sosial yang berupa semakin memburuknya alokasi sumber daya yang pada akhirnya akan menyusutkan persediaan dana dan kesempatan untuk menciptakan kesempatan kerja langsung atau untuk menjalankan program pembangunan lainnya.

2.3 Keputusan Berinvestasi

Telah diketahui bahwa peningkatan mutu modal manusia tidak dapat dilakukan dalam tempo yang singkat, namun memerlukan waktu yang panjang. Investasi modal manusia sebenamya sama dengan investasi faktor produksi lainnya. Dalam hal ini juga diperhitungkan rate of return (manfaatnya) dari investasi pada modal manusia. Bila seseorang akan melakukan investasi, maka ia harus melakukan analisa biaya manfaat (cost
benefit analysis). Biayanya adalah berupa biaya yang dikeluarkan untuk bersekolah, dan opportunity cost dari bersekolah adalah penghasilan yang diterimanya bila ia tidak bersekolah. Sedangkan manfaatnya adalah penghasilan (return) yang akan diterima dimasa depan setelah masa sekolah selesai. Diharapkan dari investasi ini manfaat yang diperoleh jauh lebih besar daripada biayanya. Berdasarkan perspektif investasi modal manusia, keputusan untuk langsung bekerja maupun melanjutkan kuliah di perguruan tinggi terlebih dulu didasarkan pada keuntungan yang diterima dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan selama melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula penghasilan yang diharapkannya sehingga lebih besar dari biaya-biaya pribadi yang harus dikeluarkannya. Untuk memaksimalkan selisih antara pendapatan yang diharapkan dengan biaya-biaya yang diperkirakan akan muncul (private rate of return to investment in education), maka strategi optimal yang tersedia bagi orang yang bersangkutan adalah dengan berusaha menempuh pendidikan yang setinggi mungkin.





2.4 Fungsi Investasi dalam Bidang Pendidikan

Investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya dan fungsi kependidikan. Dalam fungsi teknis ekonomis, pendidikan dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi (teori modal manusia). Orang yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, diukur dengan lamanya waktu untuk sekolah akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka semakin banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi, semakin tinggi produktivitas dan hasil ekonomi nasionalnya akan tumbuh lebih tinggi.
Investasi pendidikan dalam fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.
Pada fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga wawasan dan perilakunya semakin demokratis. Selain itu, orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran dan tanggungjawab terhadap bangsa dan negara lebih balk dibandinglcan dengan yang kurang berpendidikan.
Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkembangan budaya pada tingkatan sosial yang berbeda. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mampu menghargai atau menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan terjadi integrasi budaya nasional atau regional.
Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga terus terdorong untuk maju dan terus belajar














BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Investasi di bidang sumber daya manusia atau human capital dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan untuk meningkatkan penghasilan . Teori human capital di bidang pendidikan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai apakah seseorang melanjutkan atau tidak melanjutkan sekolah. Investasi di bidang sumber daya manusia atau human capital dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan untuk meningkatkan penghasilan.
Teori human capital di bidang pendidikan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai apakah seseorang melanjutkan atau tidak melanjutkan sekolah, untuk menerangkan situasi tenaga kerja , memperkirakan pertambahan penyediaan tenagadan dalam menyusun kebijaksanaan pendidikan dan perencanaan tenaga kerja . Investasi dalam bidang sumberdaya manusia dilakukan dalam bentuk pendidikan dan latihan, migrasi dan urbanisasi , dan perbaikan gizi dan kesehatan .
Pendidikan mempunyai tujuan yang lebih dari mempersiapkan seorang pekerja yang  produktif. Mengingat pentingnya peran pendidikan, maka investasi modal manusia melalui pendidikan di negara berkembang sangat diperlukan walaupun investasi di bidang
pendidikan merupakan investasi jangka panjang secara makro, manfaat dari investasi ini baru dapat dirasakan setelah puluhan tahun. Keterbatasan dana mengharuskan adanya penetapan prioritas dari berbagai pilihan kegiatan investasi di bidang pendidikan yang sesuai, dalam jangka panjang akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Investasi yang
menguntungkan adalah investasi modal manusia untuk mempersiapkan kreativitas, produktivitas dan jiwa kompetitif dalam masyarakatnya.

3.2 Saran

Adapun saran yang dapat kami berikan atas tanggapan permasalahan dan pembahasan dari makalah ini diantaranya:
·         dapat dijadikan  pemahaman bagi pelajar atau mahasiswa bahwa dengan pendidikan, mereka dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dalam pembangunan
·         sebaiknya para pelaku pendidikan lebih menentukan program pengajaran yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman sehingga kualitas sumber daya manusia lebih tinggi
·         bagi pemerintah sebaiknya harus menyusun program – program pendidikan dan latihan khusus bagi sumber daya manusia , sehingga mampu bersaing dalam perkembangan zaman sesuai keterampilan.
·         pemberantasan kemiskinan dengan terpenuhinya kebutuhan gizi dan tingkat kesehatan dapat menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang berakhir pada pendapatan tinggi dan percepatan pertumbuhan ekonomi


DAFTAR PUSTAKA

Ndraha, Talizduhu. 1999. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Rineka Cipta

Simanjuntak. J . Payaman. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia



                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar